Bimtek Jatim Puspa Plus 2026 Resmi Ditutup, Peserta Didorong Wujudkan Kemandirian Ekonomi KPM

  • Apr 14, 2026
  • Jeje

Batu,  – Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jatim Puspa Plus Tahun 2026 resmi ditutup dengan penuh semangat dan harapan. Sebelum penutupan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti post test sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, serta mengisi survei kepuasan masyarakat.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Pak Fadjar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya DPMD Kabupaten/Kota, atas sinergi dan kerja keras dalam mengawal program Jatim Puspa Plus.

“Sinergi yang kuat menjadi kunci keberhasilan program ini di tahun 2026,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya implementasi ilmu yang telah diperoleh selama Bimtek untuk diterapkan secara nyata di desa masing-masing. Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah lulus dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Dalam arahannya, Pak Fadjar juga mengingatkan pentingnya berpedoman pada dua acuan utama, yaitu Pedoman Umum (Pedum) dan Petunjuk Teknis Operasional (PTO), agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Selain itu, strategi pengembangan usaha bagi KPM juga menjadi perhatian utama. Peserta diminta untuk mendorong usaha yang sederhana namun memiliki perputaran ekonomi cepat, tanpa memaksakan jenis usaha tertentu kepada KPM. Pendamping desa diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi, mulai dari cara berjualan hingga pengelolaan keuangan.

Tidak kalah penting, kedisiplinan dalam pelaporan juga menjadi penekanan. Meskipun batas akhir pertanggungjawaban ditetapkan pada 31 Desember 2026, peserta diimbau untuk segera melaporkan kegiatan yang telah selesai tanpa menunggu hingga akhir tahun.

Menutup sambutannya, Pak Fadjar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari upaya bersama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kegiatan hari ini bukanlah akhir, melainkan titik awal perjuangan kita untuk mengawal setiap modal dan ilmu agar tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dengan resmi ditutupnya Bimtek Jatim Puspa Plus 2026, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh serta memperkuat jejaring ekonomi di desa, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.