Diseminasi dan Evaluasi Desa Cantik Kabupaten Pasuruan: Meningkatkan Peran Data dan Digitalisasi Desa

  • Dec 05, 2024
  • Jeje

Pasuruan, 5 Desember 2024 – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui  BPS Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Diseminasi dan Evaluasi Desa Cantik. Acara yang dilaksanakan di Gedung Maslahat  Kabupaten Pasuruan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi perkembangan program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dari tahun 2021 hingga 2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Bapak Yudha Triwidya Sasongko, dalam sambutannya menekankan pentingnya data statistik dalam mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, daerah, hingga desa. “Data yang terstruktur menjadi landasan utama untuk perumusan kebijakan yang efektif,” ujar beliau. Dalam kesempatan ini, beliau juga mengumumkan rencana peluncuran Portal Satu Data Kabupaten Pasuruan, yang akan mencakup data infrastruktur dan data stunting, dengan integrasi dari Dinas DP3AKB dan Dinas Kesehatan.

Evaluasi Desa Cantik: 11 Desa Berdaya Statistik

Selama empat tahun terakhir, program Desa Cantik telah menjangkau 11 desa di Kabupaten Pasuruan:

  • 2021: Desa Dayurejo dan Desa Andonosari
  • 2022: Desa Pakijangan, Desa Karangjati, dan Desa Winongan Lor
  • 2023: Desa Kalirejo dan Desa Bakalan
  • 2024: Desa Kejapanan, Desa Tambakrejo, dan Desa Jarangan

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan data statistik desa, yang dipantau secara langsung oleh agen statistik.

Pentingnya Optimalisasi Data dan Digitalisasi

Acara ini menghadirkan dua narasumber utama:

  1. Bapak Joni Supriyadi, SE, MM (Dinas PMD), yang membahas pentingnya Prodeskel (Profil Desa dan Kelurahan). Beliau menegaskan bahwa Prodeskel harus diisi secara berkala untuk memastikan ketersediaan data yang akurat. Dalam Prodeskel, terdapat tiga komponen utama:

    • Data dasar keluarga (765 instrumen)
    • Potensi desa (2037 instrumen)
    • Tingkat perkembangan desa (958 instrumen)
      Pengisian data ini menjadi kunci dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis statistik.
       
  2. Bapak Arif Faizin, S.Kom, M.Kom (Dosen Universitas Yudharta Pasuruan), yang menyampaikan pentingnya digitalisasi desa melalui website dan media sosial. “Website desa dan media sosial seperti Facebook harus dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang up-to-date kepada masyarakat,” ujar beliau. Selain itu, desa-desa juga didorong untuk memanfaatkan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan (AI), guna meningkatkan pelayanan publik dan keterbukaan informasi.

Ke Depan: Desa Berbasis Data dan Teknologi

Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap seluruh desa dapat mengoptimalkan pengelolaan data, baik melalui Prodeskel maupun digitalisasi. Dengan adanya Portal Satu Data yang akan diluncurkan, pengelolaan data di Kabupaten Pasuruan diharapkan lebih terintegrasi dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat desa, dapat memanfaatkan data dan teknologi secara maksimal untuk menciptakan desa yang maju, transparan, dan berdaya saing.