Haul Ke-4 Dusun Lebaksari, Tradisi Lestari yang Menguatkan Ukhuwah Warga
- Feb 01, 2026
- Jeje
Dusun Lebaksari, Desa Dayurejo kembali menggelar kegiatan Haul Dusun Lebaksari ke-4 pada Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Masjid Al Hafidz. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh masyarakat dengan penuh antusias sebagai bentuk ikhtiar spiritual serta pelestarian tradisi keagamaan.
Acara haul menghadirkan penceramah KH. Holili dari Pagak, Kabupaten Malang, yang dikenal dengan metode dakwah sejuk dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Qosidah Dakwah sebagai Pembuka
Kegiatan diawali dengan lantunan qosidah dari grup binaan KH. Holili, “Sakinah”, yang memiliki ciri khas dakwah melalui syair-syair religius bernada lembut. Beberapa qosidah yang dibawakan antara lain Maula Ya Sholli, Ahmad Ya Habibi, Sholli Wassalim Da, dan Bocah Cilik-Cilik. Lantunan tersebut menciptakan suasana religius sekaligus menjadi pengantar pesan dakwah.
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan oleh Ust. Khoirul dari Sukorejo dengan membacakan QS. Ibrahim ayat 41, yang berisi doa Nabi Ibrahim AS untuk kedua orang tua dan keturunannya agar senantiasa mendirikan sholat dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Sambutan Kepala Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dayurejo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat atas kerukunan, kekompakan, dan kesiapan fasilitas yang mendukung terselenggaranya kegiatan haul dengan lancar. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan kegiatan haul sebagai sarana kirim doa kepada para leluhur dan pahlawan, sekaligus momentum spiritual menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan.
Mauidzoh Hasanah: Mengingat Perjalanan Hidup Manusia
Dalam Mauidzoh Hasanah, KH. Holili menjelaskan makna haul sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh dan pengingat bagi yang masih hidup tentang hakikat perjalanan manusia. Beliau memaparkan bahwa manusia akan melalui lima alam kehidupan, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur, dan alam akhirat.
Pada alam dunia, manusia sejatinya telah berjanji kepada Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-A’raf ayat 172, “Alastu birobbikum qolu bala syahidna”, serta ditegaskan pula tujuan penciptaan manusia dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa jin dan manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT.
KH. Holili juga menekankan pentingnya menjaga sholat sebagai rukun Islam dan tiang agama, memperbanyak sholat berjamaah, serta memakmurkan masjid dan musholla. Selain itu, jamaah diingatkan untuk menjauhi dosa besar dan senantiasa menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Amal sebagai Bekal di Alam Kubur
Disampaikan pula bahwa di alam kubur manusia tidak sendiri, melainkan ditemani oleh amal perbuatannya. Sholat berjamaah akan menjadi pelindung, amal jariyah akan menyertai tangan, dan bakti kepada orang tua akan menjadi penerang langkah.
Penutup
Kegiatan Haul Dusun Lebaksari ke-4 menjadi momentum refleksi spiritual bagi masyarakat, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga tradisi keagamaan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat di Desa Dayurejo.