Pengabdian Mahasiswa: DPL Tinjau Langsung Program KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi) Unisma Malang di 3 Desa

  • Aug 23, 2025
  • Jeje

Kolaborasi KSM Universitas Islam Malang dengan Desa Pelintahan, Grati, dan Dayurejo.Desa Pelintahan, Grati, dan Dayurejo menjadi lokasi kegiatan Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Universitas Islam Malang (UNISMA) tahun 2025.

 

Kunjungan dosen pembimbing sekaligus monitoring program KSM di 3 Desa hari ini ( Sabtu,23 Agustus 2025).bertempat di wisata sumber nyamplung Dusun Tembong Desa Pelintahan. 

 

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan harapan dapat memberikan inspirasi, ide, dan gagasan demi kemajuan desa.

Acara pembukaan dihadiri oleh koordinator KSM, perwakilan mahasiswa dari kelompok 29, 30, dan 31 (KSM Nusantara), serta dosen pembimbing, Bapak Dadang. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa KSM merupakan kelanjutan dari program KKN yang sudah berjalan lama. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir, tetapi juga meninggalkan produk nyata yang bermanfaat bagi desa. Identitas UNISMA yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama juga ditekankan melalui pembiasaan kegiatan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, dan sholawat.

Harapan dari Para Pemangku Desa

Beberapa tokoh desa turut memberikan sambutan dan harapan bagi mahasiswa KSM:

Kepala Dusun Tembong, Bapak Mashudiberharap mahasiswa bisa berkolaborasi sekaligus mengenalkan desa lebih luas, baik secara langsung maupun melalui media digital.
 Kepala Dusun Gutean, Bapak Suyet menekankan pentingnya kebermanfaatan kegiatan KSM bagi lingkungan.
Kepala Desa Pelintahan, Bapak Danang menginginkan mahasiswa membawa ide dan gagasan segar demi kemajuan desa.
Kepala Desa Dayurejo menegaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat bisa melalui kepala dusun. Mahasiswa diharapkan aktif menggali potensi, tanpa menunggu perintah, serta memahami kearifan lokal (nilai kejawen) yang masih hidup di masyarakat.

Inovasi Program di Setiap Desa

Program KSM yang sedang berjalan menampilkan berbagai inovasi berbasis potensi lokal, di antaranya:

Desa Pelintahan: pengembangan  aquaponikdi area wisata Sumber Nyamplung.
Desa Grati: pengolahan limbah plastik menjadi batako atau paving blok.
Desa Dayurejo: tahap awal sosialisasi serta penggalian potensi, termasuk penanganan satwa liar seperti monyet dan babi hutan yang kerap muncul di wilayah desa.

 Menuju Desa Berdaya dan Berkelanjutan

Seluruh pihak berharap kegiatan KSM ini tidak berhenti hanya sebatas program sementara, namun dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah desa diharapkan mampu menghadirkan produk unggulan desa, memperkuat UMKM lokal, serta meningkatkan branding desa di tingkat regional maupun nasional.

Dengan semangat kebersamaan, Desa Pelintahan, Grati, dan Dayurejo optimis bahwa kehadiran mahasiswa UNISMA akan menjadi energi baru dalam membangun desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.