Pengenalan Dashboard ATS untuk Mewujudkan Validasi Data Anak Tidak Sekolah yang Akurat
- Apr 08, 2026
- Jeje
Rabu, 8 April 2026, Pemerintah Kecamatan Prigen menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang bertempat di Aula Kecamatan Prigen, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Bapperida Kabupaten Pasuruan, Sekretaris Kecamatan Prigen, sekretaris desa/kelurahan beserta operator dari 11 desa/kelurahan, serta jajaran pengurus PGRI.
Dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Kecamatan Prigen menegaskan komitmen penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan dalam menuntaskan permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS). Penanganan ATS menjadi prioritas penting guna memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan merata.
Salah satu poin utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya validitas data. Melalui Bimtek ini, pemerintah desa diharapkan memiliki acuan data yang akurat sebagai dasar dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran. Selama ini, proses verifikasi data masih terbatas pada operator sekolah, sehingga belum mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan secara menyeluruh.
Melalui sosialisasi Dashboard ATS oleh Bapperida Kabupaten Pasuruan, diperkenalkan transformasi sistem verifikasi data yang melibatkan pemerintah desa/kelurahan secara aktif. Dengan kolaborasi ini, data ATS diharapkan lebih komprehensif karena mencakup berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi keluarga, kasus putus sekolah (drop out), hingga anak yang belum pernah mengenyam pendidikan.
Berdasarkan data sementara, jumlah indikasi Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Prigen mencapai 412 anak. Desa Dayurejo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah tertinggi, yaitu sebanyak 74 anak, sedangkan Desa Sekarjoho menjadi yang terendah dengan 11 anak.
Hasil verifikasi nantinya akan diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, antara lain anak yang lama tidak sekolah, putus sekolah, belum pernah bersekolah, serta lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pemilahan ini menjadi langkah strategis untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat sesuai kondisi masing-masing anak.
Dalam sesi Bimbingan Teknis, peserta diberikan panduan penggunaan aplikasi Dashboard ATS melalui laman resmi ats.data.kemendikdasmen.go.id. Sistem ini dilengkapi dengan fitur keamanan menggunakan aplikasi Google Authenticator untuk memastikan perlindungan data.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa/kelurahan diminta segera melakukan verifikasi lapangan terhadap daftar nama anak yang terindikasi ATS. Selanjutnya, operator desa bertugas memperbarui data pada sistem sesuai hasil verifikasi yang telah dilakukan. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam merumuskan kebijakan dan program intervensi pendidikan ke depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Prigen. Komitmen bersama ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi yang lebih berdaya dan berpendidikan di masa depan.