Rapat Koordinasi Persiapan Selamatan Desa Dayurejo 2025: Kolaborasi Semua Elemen Demi Kelancaran Tradisi Budaya
- Jun 10, 2025
- Jeje
Dayurejo – Selasa, 10 Juni 2025
Bertempat di Balai Desa Dayurejo, Pemerintah Desa bersama Muspika Kecamatan Prigen, Panitia Selamatan Desa Dayurejo,BPD, LPMD, RT RW , KIM, Lembaga Adat tokoh masyarakat, lembaga keamanan, dan perwakilan ketua panitia di tingkat dusun melaksanakan rapat koordinasi guna mempersiapkan rangkaian kegiatan Selamatan Desa Dayurejo Tahun 2025. Rapat dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung dengan lancar hingga malam hari.
Keterlibatan Semua Pihak
Rapat dibuka langsung oleh Kepala Desa Dayurejo dan dilanjutkan dengan sambutan Camat Prigen, Bapak Akhmad Budiono, yang memperkenalkan diri sebagai pejabat baru. Dalam arahannya, beliau mengapresiasi antusiasme warga serta menegaskan pentingnya menjadikan momentum selamatan sebagai ruang rezeki, kekompakan, sekaligus refleksi spiritual warga desa.
“Meski area Balai Desa tidak luas, semangat gotong royong warga Dayurejo luar biasa. Namun, keselamatan dan kenyamanan harus jadi prioritas bersama,” tegas beliau.
Arahan Teknis dan Keamanan Acara
Panitia memaparkan berbagai teknis acara, termasuk penataan 17 ancak yang akan diletakkan di luar Balai Desa. Masing-masing panitia lokal bertanggung jawab atas pengamanan dan desain ancak, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pengunjung.
Ditekankan pula perlunya koordinasi dengan petugas kesehatan agar dapat standby saat puncak kegiatan berlangsung.
Sinergi Lintas Sektor
Ketua Panitia, Bapak Bahruddin, bersama perwakilan Koramil, mengingatkan perlunya jalur masuk dan keluar yang tidak saling menghambat, serta antisipasi terhadap potensi kriminalitas seperti copet dan curanmor. Evaluasi dari insiden dua tahun lalu dijadikan pelajaran berharga.
Perwakilan Satpol PP, Bapak Nanang, turut menegaskan pentingnya strategi pengaturan massa agar kerumunan dapat diurai secara efektif dan tidak menimbulkan risiko keamanan.
Penegasan Nilai Budaya dan Spiritualitas
Dalam penegasannya, Kepala Desa menyampaikan bahwa Selamatan Desa adalah “hajat bersama”, bukan sekadar tontonan. Tidak diperkenankan mengambil sajian ancak sebelum prosesi selesai. Disampaikan pula bahwa tim panitia yang keliling dusun bukanlah tamu, melainkan bagian dari tim resmi yang memantau kesiapan ancak setiap dusun.
prosesi pembacaan mocopat oleh Kepala Desa dan tokoh adat sebagai wujud pelestarian spiritualitas lokal.
Rute Prosesi dan Ketentuan Umum
Sebanyak 17 ancak akan mengikuti prosesi dengan dua jalur utama:
-
Dari selatan: 8 ancak dari Gutean, Talunongko, serta Dayu (no. 13 & 14).
-
Dari utara: 9 ancak dari Lebaksari, Gamoh, Dayu, dan Klataan.
Sistem penomoran akan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan. Setiap dusun diperkirakan mulai berangkat pukul 09.00 WIB setelah kenduri lokal, dan harus sudah tiba paling lambat pukul 10.00 WIB.
Panitia juga menyiapkan pagar manusia dari unsur LINMAS dan panitia dusun, serta penutupan sementara parit kanan-kiri dengan bambu untuk menjaga keselamatan peserta.
Warga diperbolehkan berjualan di halaman rumah warga , namun dilarang berjualan di bahu jalan untuk menjaga kelancaran arus dan kenyamanan pengunjung.
Penutup
Rapat ditutup dengan doa oleh Bapak Tirto Wahyudi, Modin Dusun Dayu. Seluruh peserta rapat berkomitmen untuk melaksanakan hasil koordinasi ini dengan penuh tanggung jawab demi menyukseskan Selamatan Desa Dayurejo 2025 sebagai acara budaya, religi, dan kebersamaan warga yang bermartabat.