Semangat Syawal, Pemdes Dayurejo Perkuat Kekompakan Lewat Rakor rutin

  • Mar 30, 2026
  • Jeje

Dayurejo – Pemerintah Desa Dayurejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perangkat Desa pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Balai Desa Dayurejo mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat desa, Ketua BPD, Ketua LPM, Modin, Ketua Pemuda (Muhammad Fuad), serta Danton Linmas Dayurejo.

Rakor diawali dengan suasana penuh kehangatan dalam momentum Bulan Syawal, di mana seluruh peserta saling bersalaman dan menyampaikan permohonan maaf. Hal ini menjadi refleksi untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis dibahas. Salah satunya terkait Dusun Lebaksari, yang menerima bantuan dari dr. Mufti. Selain itu, juga direncanakan pelaksanaan kegiatan reses yang akan difokuskan pada pembelian tanah dengan anggaran sebesar Rp15 juta, meskipun tanpa dukungan biaya transportasi untuk peserta rapat.

Program sedekah jelantah turut menjadi perhatian. Program ini dinilai penting karena memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung biaya pendidikan. Namun, terjadi penurunan hasil yang cukup signifikan dari sebelumnya 30 persen menjadi 3 persen. Harga pembelian jelantah ditetapkan sebesar Rp7.000 per 1,5 liter, sehingga diharapkan tetap mampu bersaing dalam pengumpulan dari warga.

Selain itu, disepakati bahwa pembayaran Siltap (penghasilan tetap) perangkat desa akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. Sementara itu, untuk tunjangan ketenagakerjaan dan informasi terkait pajak, masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pihak terkait.

Ketua BPD dalam arahannya menekankan pentingnya peningkatan komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah desa dengan lembaga desa maupun pihak dusun. Informasi program, termasuk GSJ, diharapkan dapat tersampaikan dengan baik kepada para kepala dusun. Ia juga mengingatkan agar dana sedekah dari masyarakat digunakan murni untuk kegiatan sosial, sedangkan kebutuhan operasional dapat diambil dari sumber lain seperti unit usaha atau iuran anggota.

Pembahasan lain mencakup program Lamat Tahun 2026 yang hingga saat ini masih dalam tahap penetapan dan belum didistribusikan. Terkait P3N (Petugas Pembantu Pencatat Nikah), disepakati bahwa tugas tersebut cukup dilaksanakan oleh Modin.

Menjelang kegiatan desa, Rakor juga membahas rencana pelaksanaan Karnaval Horeg. Pemerintah desa akan membentuk dua kepanitiaan, yaitu panitia upacara dan panitia karnaval. Rute yang direncanakan dimulai dari Gutean hingga Klataan dengan titik akhir di area SD. Panitia diimbau untuk memperhatikan aspek keamanan, khususnya potensi kerawanan di lokasi finish.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Desa Dayurejo berharap seluruh program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik serta memperkuat sinergi antar lembaga demi pelayanan yang optimal kepada masyarakat.