Njejegi Selamatan Desa Dayurejo, Wujud Syukur dan Pelestarian Kearifan Lokal

  • Jul 10, 2026
  • Jeje

Dayurejo, 10 Juli 2026 – Pemerintah Desa Dayurejo menggelar kegiatan Njejegi Selamatan Desa pada Jumat Pon, 10 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Dayurejo. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Selamatan Desa Dayurejo Tahun 2026, sebuah tradisi turun-temurun yang terus dijaga sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya leluhur.

Acara dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Prigen, Perangkat Desa, BPD, LPM, Lembaga Adat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua TP PKK beserta pengurus, Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, para modin dari enam dusun, serta mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (UNUBA).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Dayurejo menyampaikan bahwa tradisi Selamatan Desa diawali dengan pelaksanaan Njejegi pada hari Jumat Pon, sebelum puncak kegiatan yang akan dilaksanakan pada Minggu Pahing. Kedua hari tersebut dipilih berdasarkan kearifan lokal masyarakat Jawa yang sejak dahulu dipercaya sebagai waktu yang baik untuk menggelar doa bersama dan ungkapan rasa syukur.

Beliau menegaskan bahwa di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat tidak boleh melupakan akar budayanya. Tradisi Selamatan Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan budaya yang mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan kepada para pendahulu.

Salah satu simbol yang memiliki makna mendalam dalam tradisi ini adalah keberadaan ancak lanang dan ancak wedok. Kedua ancak tersebut melambangkan keseimbangan kehidupan, keharmonisan, serta harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan dan kemakmuran. Filosofi seperti inilah yang menjadi kekayaan budaya masyarakat Jawa dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sebagai desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Prigen, Dayurejo memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang dimiliki. Tradisi Selamatan Desa menjadi salah satu identitas yang memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjadi perekat persatuan antarwarga.

Pada kesempatan yang sama, Camat Prigen memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Dayurejo yang terus berkomitmen melestarikan budaya lokal. Menurutnya, tradisi seperti Selamatan Desa memiliki nilai yang sangat penting karena tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan masyarakat.

Beliau juga berharap seluruh potensi yang dimiliki Desa Dayurejo, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, UMKM, pariwisata, budaya, hingga sumber daya manusianya, dapat terus tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Ujub atau doa adat Jawa yang dipimpin oleh Riki Siswanto dari Lembaga Adat Desa Dayurejo. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam tradisi Njejegi sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan.

Selanjutnya dilaksanakan tawassul yang dipimpin oleh Bapak Hasyim, sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur Desa Dayurejo yang telah berjasa membuka, membangun, dan mewariskan nilai-nilai kehidupan di setiap dusun. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa kemajuan desa hari ini tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya bagi masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Fauzi, Modin Dusun Dayu, memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian Selamatan Desa Tahun 2026 berjalan dengan lancar, masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan, serta kehidupan yang ayem, tentrem, guyub, dan rukun.

Melalui pelaksanaan Njejegi Selamatan Desa ini, Pemerintah Desa Dayurejo berharap semangat melestarikan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi yang diwariskan oleh para leluhur bukan hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, memperkuat persatuan, serta menjaga identitas Desa Dayurejo sebagai desa yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal.

Artikel ini sudah menggunakan gaya berita pemerintahan desa sehingga cocok dipublikasikan pada website resmi Desa Dayurejo maupun dijadikan rilis untuk media lokal.