Pemerintah Desa Dayurejo Selenggarakan Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting
- Jul 21, 2026
- Jeje
Rembuk Stunting Desa Dayurejo Tahun 2026 Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Dayurejo, 21 Juli 2026 – Pemerintah Desa Dayurejo menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 pada hari Selasa (21/07/2026) bertempat di Balai Desa Dayurejo. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam rangka mengevaluasi kondisi stunting di Desa Dayurejo sekaligus menyusun langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan penanganan stunting.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Pemerintah Desa Dayurejo, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader Posyandu, TP PKK, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang memiliki peran dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Dayurejo menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Salah satu program yang saat ini mulai dilaksanakan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran prioritas.
Saat ini, distribusi Program MBG di wilayah Desa Dayurejo dilayani oleh Dapur MBG Ketanireng, yang menjangkau wilayah Desa Ketanireng dan Desa Dayurejo. Kepala Desa juga menjelaskan bahwa pada tahap awal terdapat kendala terkait penentuan titik koordinat dapur MBG yang semula direncanakan berada di Dusun Gamoh sehingga pelaksanaannya mengalami penyesuaian.
Program MBG tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok prioritas dalam upaya pencegahan stunting. Masyarakat yang memenuhi kriteria namun belum terdata diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau kader agar dapat diusulkan sebagai penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, distribusi makanan bergizi akan menjangkau berbagai lembaga pendidikan di Desa Dayurejo, mulai dari PAUD, KB, TK, RA hingga Sekolah Dasar yang tersebar di Dusun Klataan, Dayu, Gamoh, dan Gutean. Selain itu, kader kesehatan juga akan melaksanakan distribusi khusus bagi kelompok Bumil, Busui, dan Balita (B3) setiap hari Senin dan Kamis, dengan jumlah sasaran penerima manfaat mencapai 462 orang.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Dayurejo mengingatkan pentingnya validitas data dalam setiap program pemerintah. Pendataan harus dilakukan secara akurat dan objektif agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak serta menghindari terjadinya kecemburuan sosial.
Pada sesi pemaparan laporan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Dayurejo, Ibu Tri Wahyuni, menyampaikan perkembangan data kesehatan ibu dan anak di Desa Dayurejo. Tercatat terdapat 48 ibu hamil yang tersebar di enam dusun, dengan kondisi menggembirakan karena tidak ditemukan ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Selain itu, terdapat 62 bayi usia 0–23 bulan, 252 balita usia 2–5 tahun, serta 6 balita dengan status Bawah Garis Merah (BGM) yang terus mendapatkan pemantauan dan pendampingan.
Berdasarkan data UOBF Puskesmas Bulukandang Tahun 2026, Desa Dayurejo memiliki 730 balita sasaran, dengan 708 balita telah mengikuti penimbangan. Tidak ditemukan balita dengan status gizi buruk, sementara 62 balita berada pada kategori gizi kurang.
Kabar baik juga ditunjukkan dari capaian penurunan angka stunting. Jumlah balita stunting di Desa Dayurejo mengalami penurunan dari 12 balita (1,69%) pada Agustus 2025 menjadi 7 balita (0,98%) pada Februari 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan secara bersama mulai memberikan hasil positif.
Selanjutnya, Bidan Desa Dayurejo, Ibu Evi Susilowati, menyampaikan materi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa remaja hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Berbagai intervensi yang telah dilaksanakan meliputi Posyandu Balita, Posyandu Tematik Stunting, Kelas Ibu Hamil, kunjungan rumah bagi ibu hamil dan keluarga berisiko stunting, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Vitamin A, Tablet Tambah Darah bagi ibu hamil dan remaja putri, hingga edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.
Diskusi yang berlangsung dalam sesi tanya jawab menunjukkan tingginya komitmen seluruh peserta dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Berbagai masukan disampaikan, terutama terkait optimalisasi pendataan sasaran, pelaksanaan Program MBG, serta penguatan koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.
Melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, Pemerintah Desa Dayurejo berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, target penurunan angka stunting di Desa Dayurejo diharapkan dapat terus tercapai secara berkelanjutan.
"Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Dayurejo yang Sehat, Cerdas, dan Berkualitas."